TEATER ‘TANPA-KATA’ DAN ‘MINIM-KATA’ DI KOTA PADANG DEKADE 90-AN DALAM TINJAUAN SOSIOLOGI SENI

Pandu Birowo

Abstract


‘minim-kata’ di kota Padang pada pertengahan dekade 90-an dengan
menggunakan ‘pembacaan arena’ yang ditawarkan Pierre Bourdieu. Analisis
eksternal atas arena dan dan analisis internal berupa tinjauan dan perbandingan
dramaturgi memperlihatkan bahwa kedua pertunjukan tersebut hadir untuk
menggugat posisi Wisran Hadi, seorang sutradara dominan di kota Padang pada
dekade 90-an. Analisis internal atas dramaturgi kedua pertunjukan
memperlihatkan perbedaan yang signifikan atas aspek-aspek dramaturginya,
terutama pada pusat dramaturginya, tema kontemporer dan pesan
pertunjukannya, tokoh-tokoh ‘plural yang singular’ yang dihadirkannya, akting
dan gestur metaforis yang digunakannya, serta setting dan tata artistik yang
provokatif dan simbolis ketimbang lokatif. Tulisan ini juga berargumen bahwa
bentuk ‘tanpa-kata’ dan ‘minim-kata’ merupakan sebuah strategi pemosisian
internal dan eksternal dari kedua sutradara dalam arena teater kota Padang pada
dekade 90-an.


Keywords


teater; dramaturgi; Padang; Yusril; Zurmalis; Wisran Hadi

Full Text:

PDF

References


Alkatiri, Zeffry. “The Words of Magic Used During the Soeharto’s Indonesian New Order Military Regime Era 1980- 1997” dalam Asian Journal Of Social Sciences & Humanities, Vol. 2. No. 1. February 2013.

Japan: Leena and Luna International, Oyama.

Anwar, Khaidir. 1976. “Minangkabau, Background of the Main Pioneers of Modern Standard Malay in Indonesia”, Archipel, Année, Volume 12, Numéro 1.

Artaud, Antonin. 1958. The Theatre and Its Double (trans. Mary Richards). New York: Grove Press.

Aston, Elain, dan George Savona. 1991. Theatre as Sign-System,

A Semiotics of Text and Performance. New York: Routledge.

Bourdieu, Pierre. 1990. The Intelectual Field: a World Apart dalam In

Other Words, Essays Toward a Reflexive Sociology. California: Stanford University Press.

______. 1993. Principles for a Sociology of Cultural Works. dalam The Field of Cultural Production: Essays on Art and Literature (ed. Randal

Johnson). Columbia: Columbia University Press.

______. 1993 . The Field of Cultural Production, or: The Economic World Reversed. dalam The Field of Cultural Production, Essays on Art and Literature (ed. Randal Johnson), Columbia: Columbia University Press.

Creswell, John W. 1998. Qualitative Inquiry and Research Design Chossing Among Five Tradition. London: Sage Publications.

Dhakidae, Daniel. 1996. Bahasa dan Kekuasaan: Bahasa, Jurnalisme, dan Politik Orde Baru. dalam Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di

Panggung Orde Baru (ed. Yudi Latif dan Idi Subandi Ibrahim). Bandung: Mizan.

Elam, Keir. 1983. The Semiotics of Theatre and Drama. London dan New York:

Methuen. Féral, Josette and Ronald P. Bermingham. 2002. Theatricality: The Specificity of Theatrical Language Author(s). SubStance, Vol. 31,

No. 2/3, Issue 98/99: Special Issue: Theatricality, Published by: University of Wisconsin Press.

Grotowsky, Jerzy. 1968. Towards a Poor Theatre, New York. Harrop, John, dan Sabin R. Epstein. 1990. Acting with Style (second

edition). New Jersey: Prentice Hall.

Hassan, Fuad. 2000. Beberapa Catatan Buat Eksperimen W.S. Rendra

‘Bip-Bop’, dalam Rendra dan Teater Modern Indonesia (ed. Edi Haryono). Yogyakarta: Kepel Press.

Mohamad, Goenawan. 2000. Tentang Bip-Bop Mengapa Teater Mini

Kata. dalam Rendra dan Teater Modern Indonesia (ed. Edi Haryono). Yogyakarta: Kepel Press.

Navis, A.A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru. Jakarta: Grafiti

Pres.

Pramayoza, Dede. 2009. Catatan Festival Teater Sumatera Barat; Tinjauan Terhadap Isu, Peserta dan Modus Pelaksanaan Festival Teater di Sumatera Barat 1975-2009. laporan penelitian pada Puslit dan P2M STSI Padangpanjang.

R.M. Soedarsono. 2001. Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: MSPI.

Rouse, John. 1992. Textuality in Theatre and Drama: Some Contemporary Possibilities. dalam Janelle G. Reinelt dan Joseph R. Roach, Critical Theory and Performance. AnnArbor: The University of

Michigan Press.

Sahrul N. 2005. Kontroversial Imam Bonjol. Padang: Penerbit, Garak

Selden, Samuel, dan Hunton D. Sellman. 1964. Stage Scenery and Lighting. New York: Appleton-Century-Croft.

Simatupang, Lono. 2013. Kajian Tari dan Wacana Penubuhan. dalam Pergelaran; Sebuah Mozaik Penelitian Seni- Budaya. Yogyakarta: Jalasutra.

Soemanto, Bakdi. 2001. Jagat Teater. Yogyakarta: Kepel Press.

Syafril. 2010. Wisran Hadi, Bumi Teater dan Teater yang Mengindonesia. Jakarta- Padang: FTI Press. “20 tahun Bumi; Fenomena dari suatu

Perjalanan Kreatifitas”, Dokumen pada perayaan 20 tahun Bumi Teater di Padang, 1996, tidak diterbitkan. Koran

Adilla, Ivan. “Benarkah kita membutuhkan Teater?”. harian Singgalang, 29 Januari 1989.

Adilla, Ivan. “Pementasan ‘Lini’ KSST Noktah: Sebuah Pencarian Penuh Ketegangan”. Harian Singgalang, 27 Oktober 1996.

Azwar, Nasrul. “’Memboyong’Indonesia ke Atas Pentas”. Harian Singgalang, ? April 1997.

Elfialdi. “Kontramitos dan Kontroversi Wisran Hadi”. harian Kompas,

November 1995.

Harahap, Rudy. “Jalan Lurus, Silat Lidah Mengubah Makna”. harian Republika, 19 Desember 1993.

Junus, Umar, “Wisran Hadi dan perkembangan Drama di Indonesia”, harian Sinar Harapan, 27 Desember 1980.

Moenir, Darman, “’Imam Bonjol’ di Tangan Wisran Hadi”, harian Haluan, 9 Maret 1982.

Pramana Pmd., “Sedikit Catatan Tentang Pementasan ‘Wanita Terakhir’ Karya dan Sutradara Wisran Hadi”, harian Haluan, 24 Agustus 1976.

Sabri, Asraferi, “Teater Sumatera Barat Hanya Punya Sutradara”, harian Singgalang, ? Juli 1993.

Yohanes, Benny, “Teater Khotbah dan Mikrofonisasi Kesenian” harian Kompas, 21 Februari 1993.

Yusril, “Perkembangan (Teater Moderen Indonesia?) di Sumatera Barat”, Harian Singgalang, ? Juni 1994.

Zainal, Alfian, “Catatan Pementasan Lini Teater Noktah; Kalau Lilik mau Bersabar”, harian Singgalang, 30 September 1996.

Zulmasri, “Teater Sumatera Barat: Kerja Amatiran dan Tumpang Tindih”, harian Singgalang, 22 Juni 1992.

“Menyulap Luka-luka Tradisi”, harian Kompas, 22 Agustus 1986. “‘Wajah Mereka’ Hilang dalam Jambore Teater”, Harian Republika, Kamis 2 Juni 1994.

“Melihat ketegangan Tema Teater Indonesia”, harian Riau Pos, ? Juli 1997.

“Seni Tanpa Kata Padangpanjang”, harian Kompas, 2 November




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/ekse.v16i2.81

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats